Berita Hawzah – Dalam surat yang ditujukan kepada Ali Akbar Velayati, penasihat senior Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, pada Jumat, Sheikh Naim Qassem menyatakan bahwa meskipun sejumlah komandan gugur dan terjadi kerusakan, Hizbollah pada akhirnya “berhasil menggagalkan tujuan agresi musuh.”
Pemimpin perlawanan itu menyinggung konfrontasi selama 64 hari yang dihadapi Hizbullah, yang terjadi setelah rezim Israel pada 2024 membunuh pendahulunya, Sayyid Hassan Nasrallah, Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Sayyid Hasyim Safiuddin, serta sejumlah komandan lainnya.
Ia menggambarkan pertempuran tersebut sebagai perang yang berdarah dan tanpa henti, namun menegaskan bahwa perlawanan, “dengan pertolongan Ilahi,” tetap berada di jalurnya dan mencegah musuh mencapai tujuannya untuk melenyapkan Hizbullah.
Syekh Qassem mengatakan bahwa komunitas perlawanan ditandai oleh loyalitas dan kesiapan untuk meraih kesyahidan, seraya menambahkan bahwa mereka akan terus melangkah dengan tekad yang tak tergoyahkan.
Di sisi lain, ia menyoroti peran Republik Islam Iran dalam mendukung perlawanan dan rakyat Palestina.
Syekh Qassem menggambarkan kemenangan Revolusi Islam Iran pada 1979 sebagai “anugerah Ilahi yang agung”, seraya menyatakan bahwa Republik Islam telah menghidupkan kembali agama “di hadapan kekuatan Timur dan Barat” serta secara konsisten mendukung Palestina dan bangsa-bangsa tertindas.
Ia juga menyinggung ketahanan Republik Islam selama 47 tahun terakhir dalam menghadapi perang dan sanksi yang dipaksakan, termasuk perang yang didukung Barat yang dilancarkan Irak pada 1980-an, serta perang 12 hari yang dipaksakan oleh rezim Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, yang menurutnya ditandai dengan “keangkuhan Amerika dan kejahatan Zionis”.
Menurut Qassem, ketahanan tersebut mencerminkan keaslian Revolusi Islam dan kualitas bangsa Iran. Ia juga memuji pengorbanan yang dilakukan oleh Islamic Revolution Guards Corps (IRGC), serta divisi lain dari militer Iran dan aparat keamanan negara.
Pemimpin Hizbullah itu turut memuji Ayatullah Khamenei, dengan menyatakan bahwa keberanian dan keteguhan Pemimpin tersebut merupakan faktor utama dalam ketahanan Republik Islam.
Sumber: SHIITE NEWS
Your Comment